Teknologi Pengelolaan Data membawa Dampak Baik atau Buruk?
15909
post-template-default,single,single-post,postid-15909,single-format-standard,bridge-core-2.3.7,ajax_fade,page_not_loaded,,qode-theme-ver-22.3,qode-theme-bridge,disabled_footer_bottom,qode_header_in_grid,wpb-js-composer js-comp-ver-6.2.0,vc_responsive,elementor-default,elementor-kit-16351
 

Teknologi Pengelolaan Data membawa Dampak Baik atau Buruk?

Teknologi Pengelolaan Data membawa Dampak Baik atau Buruk?

qode interactive strataData memiliki peran yang kuat dalam banyak kepetingan, baik itu untuk kepentingan ekonomi, politik, dan juga humanitarian. Layaknya seperti pedang, ada banyak hal yang bisa dikupas oleh data. Namun seiring dengan munculnya tren penggunaan teknologi dalam pengelolaan data muncul sebuah pembahasan menarik, apakah data selamanya memberikan dampak baik atau malah justru memberikan dampak buruk terhadap bidang humanitarian baik di Indonesia ataupun secara global.

New Data Revolution Report

Perkara tentang baik dan buruknya penggunaan data ternyata menjadi concern The International Committee of the Red Cross atau ICRC. Pada tahun 2018 ICRC merilis sebuah report tentang topik ini mengutip dari UN High Level Panel di tahun 2015 saat agenda “New Data Revolution” digelar. Agenda ini sendiri mengetengahkan fungsi data dari sumber baru (dalam hal ini menggunakan teknologi) yang diintegrasikan dengan statistik dapat digunakan untuk pengambilan keputusan. Dalam agenda ini juga menganjurkan pengunaan data bagi para pelaku bidang humanitarian.

Pada satu titik, sektor humanitarian juga harus menyambut revolusi data dan mulai mempertimbangkan teknologi data digital untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi keputusan atau strategi di bidang humanitarian. Dalam konteks baik, data memberikan kemudahan dalam mencari insight tentang karakteristik, kebiasaan, ketertarikan, dan kemungkinan untuk memberikan dampak kepada orang lain.

Bagi organisasi humatiarian, secara spesifik, teknologi data digital ini dapat membantu memetakan orang-orang berisiko terdampak krisis, mendapatkan informasi di lapangan, dan mendapatkan umpan balik untuk out put yang lebih baik. Kemudian, kehadiran data digital ini bisa membuat organisasi humanitarian semakin ‘client focus’. Dengan data yang cepat dan realtime, organisasi humanitarian dapat memberikan kualitas layanan dan meningkatkan akuntabel bagi seluruh stakeholders.

Teknologi Pengelolaan Data Membawa Dampak Buruk?

Pada sisi buruknya, teknologi pengelolaan data digital yang sudah dibahas semenjak 2015 dapat melanggar ranah privasi pihak lain. Belum lagi faktor keamanan bagi semua pihak dan akses data. Kendati begitu, bila teknologi pengelolaan data dapat memastikan reliabilitas, keamanan, dan etika dalam pengelolaan data maka pengunaan teknologi pengelolaan data baik untuk sektor humanitarian.

Mengutip dari ICRC dan Harvard Humanitarian Initiative, menejemen data didasari dengan tanggung jawab legal dan etika merupakan faktor yang kerap diabaikan oleh banyak organisasi humanitarian. Baik dari segi sistem dan protokol, sampai ke budaya dan privasi.